Membeli atau Menyewa Rumah di New York, Mana yang Lebih Baik?

Membeli atau Menyewa Rumah di New York, Mana yang Lebih Baik? – New York merupakan salah satu kota yang sangat sibuk di Amerika Serikat maupun dunia. Hal ini dikarenakan kota New York merupakan salah satu pusat ekonomi di Amerika Serikat. Berkunjung ke kota New York akan disambut dengan gedung – gedung tinggi dari perusahaan terkemuka di dunia. Oleh karena itu, laju perputaran ekonomi di New York merupakan salah satu yang tercepat di dunia. Keadaan ini membuat harga properti di New York menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kota lain. Seperti yang telah diketahui bahwa semakin ramai daerah tersebut, maka semakin banyak orang yang membutuhkan tempat tinggal. Sehingga, harga properti di daerah tersebut menjadi lebih mahal. Hal ini juga berlaku di kota New York.

Bagi para penduduk kota New York atau masyarakat lain yang ingin tinggal di kota New York, mereka memiliki dilema untuk memilih satu di antara dua pilihan yaitu membeli atau menyewa rumah di New York. Mengapa? Kedua hal tersebut memiliki pertimbangan yang sangat penting untuk dipikirkan terutama mengenai masalah dana yang akan digunakan. Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah ketersediaan dana dan urgensi dari sebuah tempat tinggal. Harga beli sebuah properti di New York sekitar $674.000 sedangkan harga sewa sebuah properti di New York adalah $3.600/bulan. Jika seseorang memiliki urgensi untuk segera tinggal di New York dengan dana yang terbatas, maka menyewa sebuah properti atau rumah merupakan pilihan yang tepat. Akan tetapi, jika seseorang ingin memiliki sebuah aset di New York dengan tidak ada suatu urgensi yang sangat mendesak maka membeli sebuah properti merupakan salah satu pilihan yang bisa dilakukan.

Selain itu, ada beberapa tambahan biaya lain yang harus dikeluarkan ketika seseorang membeli sebuah properti di New York. Sebagai contoh, biaya tambahan yang perlu dikeluarkan untuk membeli sebuah rumah di kota New York selain harga rumah adalah biaya pajak, deposito atau down payment, biaya balik nama, biaya survey, dan biaya inspeksi. Biaya tersebut harus dipersiapkan dengan matang sebelum membeli sebuah aset properti di rumah. Salah satu biaya tambahan yang cukup besar menyita dana adalah biaya down payment. Banyak pemilik tanah dan rumah yang menawarkan bahwa besarnya down payment yang harus ditawarkan adalah sebesar 20% dari harga rumah. Jumlah ini tentu sangatlah besar mengingat mahalnya biaya beli properti di kota New York. Meskipun besarnya down payment dapat diturunkan dengan bantuan Federal Housing Administration (FHA), akan tetapi besarnya bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya akan lebih tinggi. Selain itu, para calon pembeli juga harus membayarkan biaya menutup akun yang jumlahnya juga tidak sedikit. Oleh karena itu, untuk orang – orang yang ingin membeli rumah di New York, mereka harus berhati – hati dan mempertimbangkan dana yang mereka miliki.

Membeli atau Menyewa Rumah di New York, Mana yang Lebih Baik

Bagi orang – orang yang memiliki dana terbatas, mereka bisa menyewa sebuah properti di New York. Akan tetapi, bagi orang yang menyewa sebuah properti mereka juga harus menyiapkan dana yang cukup untuk membayar harga sewa setiap bulannya. Jika para penyewa tidak bisa membayar harga sewa, maka mereka harus pergi dari rumah yang mereka sewa. Padahal menyewa salah satu rumah di New York membutuhkan waktu yang cukup panjang karena banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti akses ke tempat kerja, transportasi umum, keamanan, luas rumah, biaya sewa, dll. Sehingga, pilihan antara membeli atau menyewa sebuah rumah di New York dapat didasari pada kebutuhan dan kemampuan dari orang – orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Posted by: xwuen on